Breaking

Sunday, 23 February 2020

RUU Cipta Kerja, menguntungkan Buruh dan Pengusaha tapi merugikan Organisasi Buruh. (Bedah Pasal)


Saya selalu mengatakan bahwa RUU Cipta kerja, adalah RUU yang sangat menguntungkan Pengusaha dan Buruh/Pekerja, tapi tidak menguntungkan bagi beberapa pihak. Salah satunya adalah Organisasi Buruh. Mereka menolak sebelum RUU Cipta Kerja dirilis dan mereka semakin menolak ketika RUU Cipta Kerja telah dirilis. 

Ini murni untuk kepentingan organisasi buruh, sama sekali tidak ada kerugian bagi buruh. Buruh yang selama ini jadi objek bagi organisasi buruh dalam melakukan berbagai tindakan yang selain merugikan buruh juga merugikan perekonomian negara, kini tidak lagi bisa mereka jadikan objek. Buruh bukan lagi “anak buah” dan “tentara” Organisasi buruh. RUU ini mengembalikan porsi buruh sebagai orang yang bekerja mencari nafkah untuk memperjuangkan keluarga, buruh bukan lagi menjadi tentara dan anak buah organisasi buruh untuk melaksanakan kepentingan organisasi buruh. 

Dari dulu selalu saya katakan kepada buruh, bahwa kalian itu bukan tentaranya organisasi, kalian itu bukan pejuang organisasi, tapi kalian adalah pejuang keluarga, jangan pernah mau diprovokasi oleh organisasi buruh untuk melakukan tindakan-tindakan konyol yang merugikan diri kalian sendiri. Karena ketika kalian kesulitan dalam hidup karena PHK, organisasi buruh tidak akan pernah bertanggungjawab atas kesulitan kalian, padahal kalian bisa ter PHK karena kalian mengikuti perintah dan ajaran dari organisasi buruh. Sekali lagi, kalian jangan mau dijadikan alat untuk kepentingan organisasi buruh. Karena menjual isu buruh sangat menguntungkan.. 

Keresahan yang saya suarakan selama ini, akhirnya terbayarkan dengan adanya RUU Cipta kerja. Buruh kembali menjadi buruh, bukan menjadi tentara organisasi buruh, bukan menjadi pejuang untuk membela kepentingan organisasi buruh, tapi menjadi pejuang buat keluarga. 

Ini beberapa kewenangan organisasi buruh yang dicabut dalam RUU Cipta Kerja. Dan dengan dicabutnya kewenangan tersebut, mereka tidak bisa lagi menjadikan buruh sebagai anak buah dan tentara mereka. Ini penjelasannya: 

  • Dalam Kesepakatan pengaturan dan penentuan pengupahan, keterlibatan Organisasi Buruh DIHAPUS, sehingga mereka tidak bisa lagi ikut campur dalam urusan kesepakatan upah antara buruh dan pengusaha. Karena selama ini mereka adalah pihak yang sering merusak kesepakatan tersebut (Pasal 91)

  • Organisasi buruh sudah tidak boleh lagi menugaskan buruh untuk melakukan ini dan itu sehingga mengganggu jam kerja buruh. Selama ini buruh seperti anak buah dan tentara Organisasi Buruh. Mereka harus patuh melakukan apa yang diperintahkan oleh Organisasi buruh. Tindakan itu sangat merugikan buruh dan Pengusaha. RUU ini mengembalikan lagi buruh sebagai buruh bukan tentara atau anak buah Organisasi buruh (Pasal 93)

  • Dalam urusan Pengupahan Nasional, Organisasi Buruh adalah pihak yang sangat merugikan karena mereka tidak mewakili buruh seluruh Indonesia dan terkesan memaksa, karena selalu dengan pengerahan masa dalam merumuskan sistem pengupahan nasional. Dalam RUU Cipta kerja, kewenangan Organisasi Buruh dalam MERUMUSKAN kebijakan Pengupahan yang akan ditetapkan oleh pemerintah, DICABUT! Kini Organisasi buruh hanya diberi peran untuk memberikan saran dan pertimbangan saja, tidak lagi ikut merumuskan. Jadi tidak ada lagi pengerahan-pengerahan masa dan kengototan yang merugikan buruh dalam menentukan upah. Sehingga perumusan pengupahan itu bisa berjalan dengan normal tanpa ada kesan pemaksaan. Pemerintah tahu mana yang terbaik yang akan diputuskan sehingga tidak merugikan pengusaha dan buruh (Pasal 98)

  • Organisasi buruh dalam keanggotaan di Dewan Nasional tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Begitupun untuk keanggotaan organisasi buruh di Provinsi dan kabupaten/Kota, tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah. Sehingga tidak lagi merasa mereka adalah penentu dan yang berjasa atas kehidupan buruh. Ini yang membuat buruh akhirnya mau tidak mau menjadi tentara dan anak buah organisasi buruh. Karena merasa diperjuangkan, padahal itu merugikan buruh sendiri dan tentu ekonomi negara. (Pasal 98)

  • Peran Organisasi Buruh dalam Kesepakatan Pemutusan Hubungan Kerja DICABUT! Pemutusan Hubungan kerja dilakukan hanya berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan buruh, tidak boleh lagi ada campur tangan dari Organisasi Buruh. Karena banyak terjadi ketika pengusaha dan buruh sudah sepakat, Organisasi buruh yang tidak sepakat dan melakukan berbagai cara sehingga ujung-ujungnya masalah menjadi panjang dan buruh yang dirugikan. Kalau buruh yang dirugikan, Organisasi buruh angkat tangan. Banyak terjadi seperti itu. Selain itu peran organisasi buruh dalam perundingan dengan Pengusaha DICABUT! Jadi tidak ada kewenangan Organisasi buruh untuk melakukan perundingan dengan Pengusaha. (Pasal 151) 
Jadi jika ada yang menuding bahwa statement saya tidak berdasar, maka dengan penjelasan ini saya pikir tidak bisa lagi ada tudingan seperti itu. Saya selalu mengatakan buruh jangan mau diprovokasi, karena yang organisasi buruh perjuangkan dalam demo ini jelas bukan untuk kepentingan buruh tapi untuk kepentingan organisasi buruh. Sayangnya dalam demo, mereka selalu mengatasnamakan membela buruh. Lalu dipemberitaan banyak statement-statement yang tidak benar bermunculan. Seperti RUU Cipta Kerja ini akan menghilangkan cuti menikah, cuti haid dan beribadah. Atau belum lama ini muncul lagi dipemberitaan bahwa dengan disahkan RUU ini, maka pekerja hanya dapat libur sehari per minggu, padahal di dalam RUU ini tidak menyatakan seperti itu. Ini jelas provokasi.. 

Sudah jelaskan? Jadi rencana Organisasi buruh akan melakukan demo besar-besaran itu bukan untuk kepentingan Buruh, tapi untuk kepentingan mereka. Mereka tidak bisa lagi melakukan kegiatan seperti sebelumnya (Yang tentu bukan untuk buruh), sehingga eksistensi Organisasi buruh dengan pola yang merugikan buruh dan pengusaha tidak bisa lagi diteruskan. Pola yang merugikan ini adalah pola yang salah, yang lahir dari UU ketenagakerjaan UU 13 tahun 2003.

Ingat… orang-orang yang ada di organisasi buruh adalah orang-orang yang mendapatkan upah, mereka bukan pejuang, mereka adalah buruh yang dibayar untuk mengurusi isu buruh. Mereka mendapatkan dana dari isu buruh (baik dari luar negeri dan dalam negeri selain iuran) dan banyak yang melanglang buana ke luar negeri atas nama isu buruh. Mereka saja bukan pejuang buruh, mereka pejuang keluarga, karena mereka mencari nafkah dari isu buruh. Kenapa kalian malah berlagak jadi pahlawan buruh sehingga merugikan keluarga? 

Buruh jangan lagi mau terprovokasi dan diprovokasi!

4 comments:

  1. "Pemerintah tahu mana yang terbaik yang akan diputuskan..."

    Pemerintah itu siapa? Pemerintah pusat atau daerah. Jika pemerintah daerah, pemerintah daerah itu siapa? DPRD? DPRD kah sebagai penentu kebijakan pengupahan (daerah)?

    Rasanya DPRD juga akan disogok oleh pengusaha dalam setiap perumusan pembaruan undang undang ketenagakerjaan, agar menguntungkan pengusaha. Apalagi kebanyakan anggota DPRD memanfaatkan aji mumpung selama masa jabatannya untuk mengeruk keuntungan dari mana saja, termasuk sogokan pengusaha. Lewat siapa? Ya lewat organisasinya (organisasi pengusaha).

    Jadi jangan dilihat dari satu arah, bang. Pemikirannya. Seolah oleh pemerintah sebagai penolong satu satunya pekerja. Di pemerintahan juga banyak orang orang "busuk" yang memanfaatkan jabatan demi keuntungan "balik modal". Apalagi KKN semakin merajalela.

    Justru dengan adanya organisasi buruh. Bisa dijadikan mass kontrol bagi KKN pemerintah dan pengusaha.

    3 pihak: pemerintah, organisasi buruh, dan organisasi pengusaha tetap hasilnya terbaik dalam setiap keputusan yang dibuat. Meski mungkin harus dijalankan dengan demo jika terpaksa.

    ReplyDelete
  2. Intinya siapapun pemangku jabatan dipemerintahan yang terkait dengan tenaga kerja / ketenagakerjaan itu rawan suap oleh pengusaha dalam hal perumusan kebijakan. Yang pada akhirnya buruh juga yang jadi korban.

    Jadi berpikirlah dari 2 sudut pandang atau lebih.

    ReplyDelete
  3. Saya ingin baca sendiri draft UU itu agar. Bisa share link nya bang?

    ReplyDelete
  4. Ini yg bikin blog org tolol yg gatau apa" tp sok tau

    ReplyDelete