Breaking

Wednesday, 11 March 2020

Ikut ajakan Mogok Kerja Massal untuk Omnibus Law, Pengusaha legal mem"PHK" Buruh.


Buruh jangan sampai mengikuti ajakan organisasi buruh untuk melakukan mogok kerja massal untuk menolak Omnibus Law, saya pastikan ini sesat, karena buruh akan dianggap mengundurkan diri dari perusahaan. 

Ingat, Omnibus Law HANYA memangkas kewenangan organisasi buruh yang selama ini merugikan buruh dan pengusaha. 

Ingat, Mogok kerja bisa dilakukan jika gagalnya perundingan dengan pengusaha atau pengusaha tidak mau berunding ketika terjadi perselisihan hubungan Industrial. Itupun ada tatacaranya, gak bisa langsung mogok kerja. Jika itu dilakukan, maka dianggap mangkir dan mengundurkan diri.

Ajakan agar buruh mogok kerja massal untuk menolak Omnibus law, itu sesat, karena TIDAK ADA Perselisihan Hubungan Industrial antara buruh dan pengusaha, jadi tidak terpenuhi unsur mogok kerja.

Jika buruh mogok kerja, maka secara hukum dianggap mangkir dan mengundurkan diri.

Pengusaha tidak melanggar hukum, buruh otomatis tidak lagi digaji dan tidak bisa menuntut karena yang dilakukan oleh pengusaha bukan tindakan ilegal.

Ini sesat karena Pengusaha dirugikan dengan mogok kerja yang tidak sah, buruh dirugikan karena sudah tidak lagi digaji.

Makanya dari awal saya katakan Omnibus law ini menguntungkan buruh dan pengusaha tapi merugikan organisasi buruh. Di Omnibus Law, Buruh bukan lagi “anak buah” dan “tentara” yang mengurusi kepentingan Organisasi buruh. 

Silahkan dibaca bedah pasal ini..

Organisasi buruh tolong jangan menjerumuskan buruh untuk kepentingan kalian, saya paham bagaimana cara organisasi buruh bertahan hidup selama ini. Apakah kalian sudah tidak punya hati nurani ketika buruh dan keluarganya sengsara karena mengikuti arahan kalian?

Jangan keterlaluan..

Untuk para buruh, ingat keluarga kalian, jangan mudah terpancing emosi, baca dan telaah dengan baik aturan, karena ketika kalian sengsara, orang-orang yang berada di organisasi buruh tidak akan merasakan hal yang kalian rasakan.

Pesan saya, ajakan itu sesat, jangan kalian ikuti.

No comments:

Post a comment