Breaking

Monday, 23 March 2020

Kenapa Virus Corona telat masuk ke Indonesia? Ini jawaban untuk kelompok perusuh anti NKRI


Virus corona muncul menjelang akhir tahun 2019 di Wuhan, China. 2 Maret 2020 pertama kalinya terdeteksi ada WNI positif virus corona. Artinya, selama 2 bulan, Indonesia berhasil memproteksi agar virus itu tidak masuk ke Indonesia. Padahal saat itu negara lain sudah terinfeksi..

Sayangnya, bukan bersatu untuk menghadapi virus corona, kelompok anti NKRI memanfaatkan wabah ini untuk memfitnah dan menghina pemerintah seolah-olah pemerintah tidak melakukan apa-apa. Tentu hal tersebut membuat masyarakat resah. Dan memang membuat resah masyarakat negara ini yang mereka tuju dan inginkan..

Kelompok anti NKRI ini menyebarkan fitnah, tanpa data mereka katakan dari awal Indonesia sudah terinfeksi, tapi tidak ada yang tau.. 

Lah!? Ini kan aneh, mereka bilang gak ada yang tau, tapi kok mereka tau bahwa sudah ada yang terinfeksi? Fitnah ini mereka gunakan menyerang NKRI yang sedang dilanda musibah.

Lucunya lagi, kalau benar apa yang mereka sampaikan, maka dapat dipastikan di setiap RT akan terjadi kematian massal, di setiap kantor akan terjadi kematian massal, dan sejenisnya. 

Kenapa bisa begitu? Karena yang tidak ketahuan itu manusia, bukan uang yang tidak bisa merasakan sakit.

Misalnya bulan Januari 2020 sudah ada seorang kepala keluarga yang terinfeksi tapi tidak ketahuan dan tidak ditangani, maka dia akan menularkan ke anak istrinya. Lalu ke tetangga, lalu dari tetangga satu ke tetangga lainnya, maka se RT akan terkena virus. Lalu ketika sakit, tidak mungkin mereka tidak ke dokter. 

Nah.. fitnah yang dibangun oleh kelompok anti NKRI, seolah-olah satu RT mereka tidak ke dokter sehingga tidak ketahuan. 

Tapi anggaplah begitu.., maka akan terjadi kematian massal di RT tersebut.

Apa itu bisa disembunyikan juga? mana bisa disembunyikan? kalau uang korupsi masih bisa disembunyikan, tapi kalau orang sakit se RT secara massal, bagaimana bisa disembunyikan? 

Belum lagi orang-orang yang terinfeksi di satu RT itu, menyebarkan ke tempat kerja masing-masing, maka para pekerja di tempat kerja masing-masing orang itu akan terinfeksi juga. Karena tidak ke dokter, maka terjadi kematian massal di berbagai tempat kerja..

Begitu kan?

Makanya hanya orang tolol yang percaya bahkan ikut menyebarkan fitnah yang dibuat oleh kelompok anti NKRI. Kecuali benar ditemukan ada kematian massal di berbagai RT, RW, kantor, organisasi dan sebagainya sebelum tanggal 2 maret 2020 ketika Jokowi umumkan 2 WNI yang terinfeksi

Jelas ya fitnah yang dibuat dan disebarkan oleh kelompok anti NKRI, tujuannya untuk meresahkan masyarakat yang sedang khawatir dengan adanya virus ini. Ini bukan kritik, tapi fitnah..

Ikuti saja pemerintah, jangan ikuti para bangsat anti NKRI, Insya Allah badai ini akan segera berlalu.. Aminn.

1 comment: