Breaking

Monday, 16 March 2020

(Klarifikasi) Para bangsat mulai menyebarkan fitnah, Jokowi lepas tangan terkait virus corona.


Sekelompok orang mulai membuat fitnah bahwa Pak Jokowi lepas tangan terkait penentuan status virus corona. Seolah-olah Pak Jokowi membiarkan daerah menentukan status kedaruratan sendiri. Dan Fitnah tersebut tersebar di berbagai media lalu disebarkan oleh para bangsat anti NKRI. Mereka sengaja ingin merusak bangsa ini, saat bangsa ini sedang menghadapi serangan virus. 

Maka untuk meredam fitnah yang disebar, sebagai warga negara Indonesia, saya punya tanggung jawab moral untuk menjaga bangsa ini dari serangan para bangsat. Maka saya luruskan fitnah tersebut, agar tidak berkembang..

Begini.., yang berhak menentukan status virus corona ini adalah Pemerintah pusat. Itu clear ya berdasarkan UU 6 Tahun 2018. Sudah sangat jelas Jokowi mengatakan, karena negara ini negara BESAR dan NEGARA KEPULAUAN, maka ada daerah yang statusnya SIAGA DARURAT dan ada daerah yang statusnya TANGGAP DARURAT. Arahannya jelas bahwa TIDAK ADA LOCKDOWN seperti di beberapa negara. 

Untuk menentukan hal itu, Pemerintah daerah diperintahkan untuk MEMONITOR kondisi daerah masing-masing dan BERKONSULTASI dengan Pakar medis dalam menelaah situasi. Selanjutnya untuk MENENTUKAN 1 dari 2 status yang sudah ditetapkan Jokowi, apakah di daerahnya masuk status SIAGA DARURAT atau TANGGAP DARURAT, maka Pemerintah daerah diminta untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pertanyaannya, apakah boleh Pemerintah daerah membuat status yang berbeda selain yang sudah diputuskan oleh Pemerintah pusat? Jawabannya jelas tidak boleh, karena yang BERHAK menentukan hanya pemerintah pusat. 

Jadi jelas ya, fitnah dan hoax jika ada yang mengatakan bahwa Jokowi lepas tangan dan menyerahkan status bencana kepada daerah. Tujuan mereka juga sudah jelas dan pasti, mereka ingin membuat kekacauan di tengah musibah.

Lalu ada yang bertanya, kalau begitu, kenapa Jokowi tidak memutuskan satu status saja? 

Yang bertanya jelas tidak menyimak, karena hal itu sudah dijawab oleh Pak Jokowi dalam pernyataan persnya, bahwa negara kita ini adalah NEGARA BESAR dan NEGARA KEPULAUAN. Negara kepulauan artinya negara yang daratannya terpisah-pisah oleh air. 

Saya perjelas lagi soal KEPULAUAN agar tidak ada lagi fitnah yang disebar oleh para bangsat di saat negara sedang terkena musibah. 

Begini.. Pulau mana yang lebih dekat dengan Malaysia? Apakah Sumatera atau Papua? Jelas Sumatera kan? Kalau begitu, Kenapa Malaysia tingkat penyebarannya tidak sama dengan Indonesia? Padahal Sumatera dan Malaysia berdekatan, hanya dipisahkan oleh air. Jawabannya jelas! Seperti yang pak Jokowi katakan bahwa tingkat penyebaran Covid19, DERAJATNYA bervariasi antar daerah atau antar kepulauan. 

Misalnya saat ini Pasien virus corona terbanyak berasal dari DKI, maka Pemerintah DKI harus menentukan statusnya, apakah SIAGA DARURAT atau TANGGAP DARURAT, tidak boleh ada status lain selain salah satu dari dua status yang sudah diputuskan pemerintah pusat. Tentu sebelum menentukan status, Pemerintah DKI harus berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Status di DKI akan berbeda dengan status di Sumatera Utara, karena DERAJAT tingkat penyebaran virus tidak seperti di DKI. Sama seperti perbedaan DERAJAT penyebaran virus di Sumatera dengan di Malaysia, walaupun berdekatan.

Virus ini tidak memilih untuk menyerang pihak mana dan penganut pemikiran politik mana, virus ini akan menjangkit siapapun yang tidak waspada. Semua Rakyat di berbagai negara bersatu dengan pemerintah untuk melewati badai ini, Hanya di Indonesia para kaum bangsat malah memanfaatkan kejadian ini untuk menyerang pemerintah dan menyebarkan kebencian terhadap pemerintah. 

Ikuti saja anjuran kesehatan dari pemerintah, itu sudah cukup untuk memprotect diri kita sendiri dan keluarga dari serangan virus corona. Jangan mau terprovokasi oleh para bangsat yang tujuannya untuk melemahkan bangsa ini, sehingga kalian jadi memaki-maki dan sok tau, Padahal memaki-maki dan sok tau itu tidak akan menyelamatkan kita dari serangan virus. 

Dan bagi para pihak yang lain, yang begitu ingin negara ini jadi kota zombie, tolong jangan mengukur baju orang di badan kalian sendiri. Ada orang mungkin bisa menghidupi keluarganya setahun dua tahun kedepan tanpa bekerja, tapi bagaimana dengan yang lain?

Saya pikir cukup jelas ya, jangan lagi menyebarkan fitnah, lebih baik menyebarkan semangat dan menyebarkan dan melaksanakan anjuran kesehatan dari pemerintah, agar kita bisa memprotect diri kita dan keluarga dari virus corona.

No comments:

Post a comment