Breaking

Saturday, 18 April 2020

Salah kaprah terkait Peliburan Tempat Kerja selama PSBB


Ada yang tidak paham lalu menafsirkan seenaknya tentang PSBB . Khususnya ada yang mempertanyakan kenapa orang masih masuk kerja dan perusahaan masih beroperasi?

Begini saya jelaskan secara simpel ya.. 

Pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) itu meliputi 2 hal, yaitu: 

  1. PELIBURAN Sekolah dan tempat kerja
  2. PEMBATASAN KEGIATAN.

Kalau begitu, kenapa tidak diliburkan? karena yang berhubungan dengan pekerjaan, itu kan masuk dalam Kategori PELIBURAN, yaitu Peliburan Tempat Kerja bukan masuk pada kategori PEMBATASAN KEGIATAN. 

Kenapa masih ada orang yang datang ke tempat kerja dan kenapa masih ada lokasi tempat kerja dibuka?

Jawabannya adalah, Karena ada PENGECUALIAN PELIBURAN tempat kerja bagi: Kantor pemerintahan, Perusahaan komersial dan swasta, Perusahaan industri dan kegiatan produksi, juga Perusahaan logistik dan transportasi sehingga masih ada yang datang ke tempat kerja. 

Detail pada PENGECUALIAN tersebut dapat dibaca pada Pedoman PSBB di Permenkes 9 Tahun 2020.

Jadi para Kepala daerah, harus sampaikan ke publik, bahwa ada PENGECUALIAN, jangan asal bilang WFH (Work From Home), apalagi pakai mengancam akan mencabut izin usaha bagi perusahaan yang masih buka selama PSBB. Walaupun begitu, pengecualian tersebut harus tetap menggunakan jumlah minimum karyawan dan harus menjalani protokol pencegahan penularan di tempat kerja.

Jumlah minimum itu tentu berbeda-beda setiap perusahaan, karena tergantung kebutuhan pekerjaan. Yang bisa dikerjakan dirumah, ya dirumah saja. Yang tidak bisa, tentu harus masuk tempat kerja. Jangan sampai pukul rata seolah-olah semua pekerja harus libur. Itu ngawur..

Ada lagi yang bilang bahwa tempat kerja yang boleh buka hanya Supermarket, minimarket, Pasar, Toko obat, Toko peralatan medis, Toko kebutuhan pokok, bahan bakar dan sejenisnya. Ini sering saya dengar. itu jelas salah.. karena tempat yang disebutkan diatas, masuk dalam kategori PEMBATASAN KEGIATAN

Tempat yang saya sebutkan barusan adalah tempat yang DIKECUALIKAN untuk diterapkan pada kategori PEMBATASAN KEGIATAN di tempat atau fasilitas umum. Jadi Supermarket cs dikecualikan, tapi tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang sesuai protokol dan aturan UU. Jadi jangan salah lagi ya..

Kalau ada yang tanya, Loh!? bukannya itu masuk kategori pengecualian untuk PELIBURAN Tempat kerja? kan yang disebutkan tadi adalah tempat kerja? 

Makanya ini yang saya katakan, bahwa banyak yang salah kaprah, dan sayangnya tidak banyak pejabat yang menjelaskan hal ini ke publik. Harusnya hal ini perlu dijelaskan ke publik..

Kalau ada yang tanya lagi, kalau begitu, Kenapa PELIBURAN sekolah tidak ada pengecualian seperti PELIBURAN tempat kerja?

Begini.. yang dimaksud PELIBURAN SEKOLAH berdasarkan Permenkes adalah PENGHENTIAN proses belajar di sekolah, sedangkan PELIBURAN TEMPAT KERJA adalah PEMBATASAN proses kerja di tempat kerja.

Jadi sangat berbeda antara PENGHENTIAN proses belajar di sekolah dengan PEMBATASAN proses belajar di sekolah. Kalau pembatasan proses belajar di sekolah, itu artinya orang yang belajar di sekolah dibatasi. DIBATASI itu bukan berarti tidak sama sekali. Beda dengan PENGHENTIAN..

Sebenarnya Permenkes ini sangat jelas, hanya menjadi tidak jelas ketika orang yang tidak membaca secara jelas, membuat tafsiran, sehingga salah kaprah. 

Jangan sampai juga para kepala daerah tidak membaca secara jelas sehingga ngawur dalam membuat teknis penerapan PSBB. Aturan sudah ada tinggal dilaksanakan dan tidak perlu dibumbui berbagai hal lagi, apalagi dibumbui politik. 

Lakukan saja, tetap menjaga jarak dan terus sesering mungkin membersihkan diri. Pemerintah daerah juga harus tegas melaksanakan aturan yang benar, jangan lembek..

No comments:

Post a comment