Breaking

Thursday, 21 May 2020

Keputusan yang berubah-ubah adalah keputusan terbaik hadapi Covid-19


"Dalam menghadapi pandemi ini, Pemerintah tidak konsisten, Jokowi tidak konsisten! Dulu bilang begini, bulan lalu bilang begitu, hari ini lain lagi, kok gak konsisten ya?"

Begitu kira-kira pernyataan yang disampaikan oleh beberapa orang ketika menilai keputusan pemerintah. 

Apakah benar Jokowi tidak konsisten membuat keputusan terkait pandemi covid-19 ini?

Bagi saya ini pernyataan aneh yang diucapkan oleh orang-orang yang gak paham. 

Kenapa aneh? Ya mana ada proses yang tidak berubah? Kenapa gak paham? Karena virus ini bukan matematika..

Orang gak mungkin konsisten pakai baju ukuran anak sekolah dasar, karena tubuhnya dari hari ke hari makin berkembang. Apakah dia mengganti terus ukuran baju mengikuti perkembangan tubuhnya dianggap plin-plan dan tidak konsisten? Apakah harus pakai ukuran baju umur sekolah dasar terus?

Covid-19 adalah virus baru dan pola penularannya baru. Seluruh dunia pun mengalami hal ini. Belum pernah ada virus yang cara penularan dan reaksi tertularnya seperti ini. Bahkan gejalanya pun tidak sama, maka penanganannya pun harus mengikuti perkembangan virus ini.

Belum ada template atau tutorial yang pas dan tepat, karena seluruh dunia saat ini learning by doing. Yang berbeda penanganan di Indonesia dengan negara lain adalah, Indonesia berupaya menyeimbangkan antara penanganan virus dengan kehidupan sosial masyarakat. Negara lain tidak.

Di negara lain selalu berat sebelah. Kalau tidak berat ke penanganan covid-19, ya lebih berat ke kehidupan sosial masyarakat. Karena tidak ada keseimbangan, maka kerusakan besar terjadi. Mereka baru menyadarinya setelah terjadi kerusakan. kini mereka akan beralih ke pola keseimbangan

Pola keseimbangan inilah yang akan membuat pemerintah melakukan penyesuaian-penyesuaian, yang sekarang ini sering dituduh keputusan yang tidak konsisten. Jika tidak ada penyesuaian maka tidak akan ada keseimbangan. Indonesia salah satu negara yang paling berhasil menyeimbangkan kondisi ekonomi.

Walaupun dinilai berhasil, tetap saja faktanya ekonomi di Indonesia mengalami penurunan drastis. Tapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kita masih yang terbaik, apalagi dengan tingkat kedisiplinan masyarakat kita yang kurang. Ini adalah keputusan terbaik..

Bagaimana jika Pak Jokowi ikut-ikutan latah membuat keputusan seperti di negara-negara lain yang kini ekonominya hancur melebihi kita? Yang ada terjadi chaos, selain tingkat disiplin masyarakat kita rendah, roda ekonomi akan mati total. Ini keputusan terbaik dalam kondisi pandemik.

Maka dari itu, keputusan pemerintah memang harus berubah-ubah dalam melakukan penyeimbangan. Ingat, covid-19 belum ada vaksinnya, tidak bisa terus shutdown sambil menunggu virus ditemukan, yang ada hancur lebur negara ini. Kehidupan harus terus berjalan ditengah-tengah covid-19.

Semua negara sekarang ini mengikuti pola yang dibangun Indonesia dari awal, yaitu keseimbangan. Pemerintah membuat keputusan yang sangat tepat, tidak emosional dan grasa-grusu seperti negara-negara lain atau desakan beberapa orang di Indonesia agar pemerintah melakukan hal konyol..

Indonesia konsisten melakukan keseimbangan dengan membuat keputusan-keputusan penyesuaian keseimbangan, yang oleh beberapa pihak dituding pemerintah tidak konsisten. 

Mereka tidak sadar, mereka masih bisa seperti sekarang ini, karena adanya keseimbangan yang dilakukan oleh pemerintah

No comments:

Post a comment