Breaking

Thursday, 11 June 2020

Apa hubungannya SBY dengan Fitnah terhadap Teddy Gusnaidi?


Ternyata semakin dicari kesalahan gue, malah semakin ditemukan kebenarannya. Semua kebenaran itu muncul sendiri dari pihak yang ingin mencari-cari kesalahan gue. Mereka yang memframing tapi mereka juga yang menampilkan bukti untuk membantah framing mereka sendiri. 😊

  


Awalnya gue dibilang, gak kuliah kok ngaku aktivis 98? Gue disebut pembohong. Disebar kemana-mana, secara berjamaah. Seluruh "petinggi" sampai tim hore bekerja keras selama 24 jam sehari. Eh, malah mereka sendiri yang menampilkan bukti valid bahwa gue benar kuliah.



Mereka frustasi, Gue ternyata kuliah dan gue terlibat dalam pergerakan 98. Mereka cari cara lain, statement gue soal selesai 6 semester tapi tidak selesai tugas akhir, mereka bilang mana ada seperti itu? itu bohong. Ternyata BSI menyatakan hal yang sama dengan gue.

   


Lagi-lagi pernyataan BSI lahir dari pertanyaan mereka sendiri. Mereka berharap jawaban BSI sesuai dengan framing mereka, agar bisa mereka capture untuk menyerang gue, ternyata jawaban BSI makin menguatkan statement gue. Gue pun tau karena ada yang mention jawaban BSI ke gue.



Mungkin karena gue anak sholeh, semua terbantahkan oleh mereka sendiri tanpa gue harus mencari kesana-kemari. Mereka frustasi, akhirnya jadi liar, berubah jadi olok-olok. Kok dewan pakar gak lulus kuliah? Kok dewan pakar di DO? Bahkan ada yang melecehkan BSI. Sudah ngawur..

Tapi masih ada juga yang framing seperti awal, bahwa mengaku aktivis 98 tapi ternyata tidak kuliah. Semua "petinggi" dan tim hore dikerahkan 24 jam, segala cara dihalalkan, bagaimana agar bunuh karakter gue.

Ya mana bisa.., yang mereka hadapi itu Teddy Gusnaidi loh.. 😊

Oh iya, Suara caleg nol ternyata berasal dari website Pemilu asia yang sudah tidak jalan, karena semua caleg di website tersebut mendapat suara 0. Website itupun dari mereka sendiri. Jadi mereka yang memframing mereka juga yang membantah. Emang hebat gue ya..

Cek disini

Kok sampai seluruh "petinggi" turun? Memangnya ada tokoh politik besar yang tidak terima sama kamu? Gak mungkin orang sembarangan yang tersinggung, tanya kawan. Gue jawab, gue gak tau, yang pasti karena yang dihadapi itu Teddy Gusnaidi, sehingga seluruh pasukan turun.

Tapi ketika membaca judul dari media, "‘Bully’ SBY Soal Dana Haji, Kedok Teddy Gusnaidi yang Lulusan SMK dan Pecatan BSI, Dibongkar!", saya jadi kasihan sama Pak SBY, orang bisa menuduh yang menggerakkan ini semua pak SBY. Seolah-olah Pak SBY gak terima dikasih saran sama Teddy.


Gue luruskan ya, soal dana haji, gue gak ngebully pak SBY, malah gue membela pak SBY. Gue minta pak SBY jelaskan saja, karena gak mungkin rezim SBY gunakan dana haji tanpa ada dasar hukumnya. Sebab ada yang bilang, waktu dana haji digunakan, belum ada UU nya.

Gue pikir untuk hal ini Pak SBY perlu luruskan juga, framing seperti ini pasti merugikan pak SBY, kalau gue sih gak, karena gue tidak melakukan hal yang tidak benar. Kecuali kalau gue gak selesai tugas akhir tapi punya ijazah, nah itu memalukan dan sebuah kejahatan.

Ok, gue pikir clear ya.., silahkan jika yang masih mau kerja untuk menyebarkan fitnah soal ini, gak bakal gue polisikan. Tapi kasihan pak SBY, beliau akan dianggap benci sama gue dan mengerahkan orang untuk menyerang gue. Gue pikir pak SBY perlu bicara juga.

No comments:

Post a comment