Breaking

Tuesday, 7 July 2020

Ada tukang ojek maling, bukan berarti profesi tukang ojek adalah maling


Misalnya saya menuduh si A yang profesinya tukang ojek adalah maling, apakah semua tukang ojek adalah maling? Tentu tidak. Tapi apakah boleh tukang ojek yang lain tersinggung dan merasa dituduh sebagai maling? Tentu tidak, kecuali kalau saya menuduh profesi tukang ojek adalah maling.

Jadi ketika si B yang berprofesi sebagai tukang ojek marah dan mengancam saya, saya tanya, kenapa anda marah? Kalau dia bilang, saya menuduh tukang ojek maling, saya minta dia buktikan dimana saya menuduh profesi tukang ojek adalah maling?

Kalau dia tidak dapat membuktikan, maka saya bisa melaporkan perbuatan si B ke pihak kepolisian, karena telah mengancam, memfitnah dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Faktanya saya menuduh Si A bukan si B dan saya tidak menuduh profesi si A dan si B.

Kalau si B boleh mengancam dan marah kepada saya hanya karena si A profesinya sama dengan dirinya, maka nanti ketika ada yang menuduh si C maling yang kebetulan profesinya adalah tukang sayur, apakah seluruh tukang sayur boleh tersinggung dan marah bahkan mengancam si penuduh?

Wah.. bakal berabe jika setiap orang yang bermasalah, maka dianggap profesinya yang bermasalah. Kalau begitu, kalau ada orang yang berprofesi sebagai tukang ojek tertangkap sedang maling sandal, artinya seluruh tukang ojek adalah maling dong! Kan begitu logikanya.

Kalau si B marah dan bilang, enak aja! Yang maling si A kenapa jadi seluruh tukang ojek dituduh maling? Nah kalau begitu.. kenapa si B marah dan mengancam saya ketika si A dituduh maling? Kan yang dituduh maling si A bukan si B dan saya tidak menuduh Profesinya adalah maling. 

Masalahnya kan hanya antara saya dan si A, maka si A bisa melaporkan saya ke kepolisian, begitupun saya, bisa melaporkan si A ke kepolisian. Maka biarkan proses hukum berjalan, nanti akan diputus saya atau si A yang bersalah, yang lain ya tidak ada urusan..

Beda kalau yang dituduh maling itu Profesi tukang ojeknya, tentu wajar jika semua orang yang berprofesi tukang ojek tersinggung dengan tuduhan tersebut. Atau orangtua yang anaknya dituduh maling, tentu punya hak untuk marah dan tersinggung bahkan mempolisikan si penuduh.

Atau misalnya lagi, saya bela Presiden yang dituduh PKI atau ada yang fitnah beliau, itu sangat boleh, kalau ditanya kenapa anda yang marah? Kan bukan anda yang saya tuduh? Saya bisa jawab, dia Presiden saya, legal standingnya jelas dan secara hukum juga sangat jelas.

Tapi kalau tidak ada hubungan lalu marah dan mengancam, itu yang aneh. Analoginya begini, ada suami istri beda pendapat, istri mau anaknya sekolah di swasta, suami di negeri. Tiba-tiba tetangga datang ngamuk sama si istri, lalu ngotot minta anak suami istri itu sekolah di negeri.

Tentu aneh jika ada yang membenarkan kelakuan si tetangga. Anaknya bukan, saudaranya bukan, tapi ngamuk sama si istri tetangganya. Konyol kalau ada yang membenarkan, dan ini banyak terjadi di negara ini, merasa berhak untuk marah dan mengancam walaupun bukan urusannya. 

Jika perumpaan kasus ini terjadi pada kalian, maka kalian bisa pidanakan si B karena dia marah, memfitnah dan mengancam kalian untuk sesuatu yang tidak ada kaitan dengan dirinya. 

Semoga bermanfaat..

No comments:

Post a comment