Breaking

Thursday, 2 July 2020

Novel Baswedan harus mengembalikan uang negara!


Tim advokasi Novel Baswedan sependapat dengan saya, bahwa kasus novel ini adalah murni kasus pribadi bukan kasus politik, tidak ada hubungannya dengan kasus yg sedang ditangani oleh Novel di KPK. Hal ini disampaikan terkait rencana mereka ingin melaporkan polisi ke Ombudsman.

Tim advokasi melaporkan dugaan maladministrasi yang dilakukan Mabes Polri dalam pemberian bantuan hukum terhadap 2 terdakwa penyiram air keras. Menurut mereka, pada fakta persidangan, 2 terdakwa tersebut melakukan penyiraman saat sedang tidak bertugas, jadi tidak boleh ada pendampingan.

Sah-sah saja jika tim advokasi Novel Baswedan melaporkan pihak kepolisian ke Ombudsman, toh itu hak. Begitupun sebaliknya pihak lain boleh melaporkan Novel Baswedan ke instansi terkait, jangan ketika dilaporkan balik, teriak-teriak politisasi atau hal konyol lainnya.

KPK periode lalu sibuk menjadi "Juru bicara" Novel Baswedan, mereka digaji oleh negara untuk mengurusi pemberantasan korupsi, tapi malah kerja mengurusi karyawan KPK yang bernama Novel Baswedan. Padahal kasus Novel bukan kasus yang berhubungan dengan kerja KPK, kasus pribadi.

Artinya jika ikuti pemikiran Tim Advokasi Novel Baswedan, maka KPK periode lalu diduga melakukan Maladministrasi juga, karena melakukan pendampingan terhadap Novel Baswedan. Jika pihak kepolisian tidak boleh melakukan pendampingan, maka KPK pun seharusnya begitu. Adil kan?

Jangan seenak perut, jika pihak kepolisian dianggap tidak boleh melakukan pendampingan hukum kepada anggotanya karena ini kasus pribadi, begitupun KPK, karena ini kasus pribadi, maka tidak boleh melakukan pendampingan hukum ke karyawan KPK yang bernama Novel Baswedan..

Karena ini kasus pribadi bukan kasus yang berhubungan dengan kerja Novel di KPK bukan kasus politik, maka Novel baswedan harus segera mengembalikan uang negara sebesar 3,5 Miliar yang dipakai untuk pengobatan dirinya, apalagi dana itu menggunakan dana Kepresidenan.

Sejak awal saya katakan bahwa penyiraman air keras ke Novel Baswedan adalah tindakan biadab dan pelakunya harus dihukum, tapi kasus ini adalah kasus pribadi bukan kasus politik, sayangnya kasus ini diarahkan ke politik. Nah sekarang Tim advokasi Novel "mengamini" pernyataan saya.

Maka dengan itu, sudah tidak ada perbedaan sikap antara saya dan kubu Novel Baswedan, sehingga KPK periode lalu harus mempertanggungjawabkan dugaan maladministrasi, juga Novel harus mengembalikan uang negara sebesar 3,5 Miliar untuk pengobatannya.

Sekali lagi, ini bukan kasus politik, ini kasus pribadi sehingga tidak boleh menggunakan institusi juga uang negara. Saya sependapat dengan tim advokasi novel baswedan dan prinsipnya harus sama, jangan berat sebelah demi kepentingan sesaat.

No comments:

Post a comment