Breaking

Tuesday, 15 September 2020

Apakah MUI malu mengakui sebagai LSM? Lalu maunya apa? Boyband?



Jawaban MUI sama sekali tidak membantah maupun menjawab statement saya. Apakah MUI malu untuk mengakui bahwa saya benar? Apakah MUI takut, jika membenarkan pernyataan saya, bisa menyakiti kelompok yang menyalahkan saya? LSM model apa ini? 

Ini beritanya..


Jangan membiarkan kesalahan informasi ini terjadi, apalagi salah satu tugas LSM MUI adalah memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat. Bagaimana bisa umat dibiarkan seperti ini? seolah-olah MUI itu bukan LSM? Kenapa malu kalau mengakui bahwa MUI itu cuma LSM?

Uniknya info yang diberikan Sekjen MUI dalam klarifikasi hanya komisi fatwa, padahal di LSM MUI itu ada 12 komisi dan 10 lembaga selain tentu pengurus dewan pimpinan MUI. Kenapa hanya 1 komisi saja yang diberikan namanya? Apakah malu memberikan nama-nama dewan pimpinan MUI?

Apakah LSM MUI malu menampilkan nama-nama pengurus seperti Tengkuzul, Yusuf martak dan yang lainnya? Apakah LSM MUI ragu menyebutkan Tengkuzul atau Yusuf Martak itu ulama sehingga hanya mempublikasikan komisi fatwa dalam klarifikasinya atau penjelasannya?
 
Harusnya Sekjen MUI mengatakan apa yang dinyatakan Teddy Gusnaidi adalah benar dan pihak-pihak yang menganggap MUI bukan LSM adalah salah. Sekjen MUI juga seharusnya mengatakan bahwa MUI itu bukan agama, sehingga tidak boleh dikultuskan. Harusnya begitu dan itu tugas LSM..

LSM MUI kok saya lihat seperti membiarkan kesalahan ini terjadi, membiarkan hal yang salah untuk dikonsumsi oleh umat, walaupun faktanya di website resmi MUI sudah jelas menyebutkan MUI adalah LSM. Jangan sampai karena hal ini, lalu MUI  menghapus keterangan LSM di website..

Jika tidak setuju dengan statement saya, maka LSM MUI silahkan membantah, bukan malah membiarkan. Buktikan MUI bukan LSM dan buktikan misalnya si Yusuf Martak itu adalah ulama. Itu baru benar, kalau membiarkan begini, tentu ini jadi tidak sehat, umat jadinya bingung.

Kalau LSM MUI membiarkan hal ini, ya mending dibubarkan saja, karena tidak menjalankan tugas mereka sebagai LSM MUI. Mosok jadi saya yang memberikan bimbingan ke umat? Ingat MUI itu LSM, MUI itu bukan agama, jangan sampai MUI dikultuskan, karena LSM tidak untuk dikultuskan.

Ingat, LSM MUI cuma LSM biasa, bukan agama, bukan pemerintah dan bukan boyband. Apapun yang mereka sampaikan bukan kewajiban yang harus diikuti, karena mereka bukan pemerintah. INGAT MUI cuma LSM, sama seperti LSM lainnya di Indonesia.

No comments:

Post a comment