Breaking

Wednesday, 30 September 2020

Biaya Swab Test bisa 10 ribu rupiah perorang, kenapa harus sampai 2 juta rupiah perorang?


Beberapa hari lalu, saya sekeluarga swab test, Alhamdulillah hasilnya negatif. Saya dan istri kebetulan sempat dekat dengan orang yang belakangan positif covid-19. Mau tidak mau kami sekeluarga termasuk anak-anak harus swab, untuk memastikan kondisi kami jangan sampai merugikan orang lain.
Setelah proses swab selesai, saya berfikir, kenapa sampai semahal ini hanya mengambil cairan dari hidung dan mulut? Apakah mesin PCRnya begitu mahal sehingga harga swab bisa 2 juta rupiah / orang? Seberapa mahalkah mesin itu sehingga harga swab test sulit dijangkau banyak orang?

Saya berasumsi anggaplah harga mesin PCR yang dari luar negeri itu 10 miliar. Jika setiap daerah keluarkan 1 triliun, maka dapat 100 mesin PCR, yang bisa dipasang di setiap RS daerah. Maka dengan 1 mesin perhari bisa dapatkan 10 ribuan hasil test, artinya 100 mesin, 1 juta hasil/hari. Saya baca di daerah malang, harga mesin PCR yang mereka beli harganya cuma 2 miliar dan hasilnya hanya dalam hitungan jam. Jika harganya 2 miliar, maka dana 1 triliun bisa mendapatkan 500 mesin PCR, artinya perhari bisa mendapatkan 5 juta hasil test swab.

Dengan begini, maka harga swab test per orang bisa hanya Rp. 10.000,-, semua rakyat Indonesia bisa melakukan swab test dengan hasil yang cepat di setiap daerah, sehingga bisa tahu harus bagaimana menyikapi hal ini. Tidak seperti sekarang, yang swab hanya orang-orang yang mampu saja.

Ini sebenarnya hal yang sangat mudah dilakukan, tapi kenapa sampai tidak terpikirkan sehingga Swab test ini menjadi ladang bisnis baru untuk segelintir orang saja? Misalnya saya, ternyata yang swab saya ke rumah, bukan perusahaan yang saya contact, tapi di sub ke perusahaan lain.

Jadi ada 'Calo' nya, sehingga dalam bisnis ini ada 2 pihak yang diuntungkan, pertama 'calo' nya, kedua yang melakukan swab. Tentu harganya melonjak. Padahal tanpa gunakan 'calo' harga swab test sudah mahal, apalagi ditambah 'calo', ya semakin mahal. Heran saya..

Pak Jokowi, mungkin melalui Menterinya bisa membuka kran ini sehingga setiap WNI bisa melakuan swab test dengan harga yang sangat murah. Tidak harus sampai jutaan rupiah, dengan Rp.10.000,- per orang, itu sudah bisa membiayai secara layak tenaga medis yg menjalankan mesin PCR.

Kalau sekarang ini, yang bisa mendapatkan swab test hanya orang-orang tertentu saja, padahal virus ini tidak memandang status sosial seseorang, sehingga setiap orang berhak mendapatkan swab test dengan harga yang sangat murah jika tidak ingin di gratiskan..

Swab test telah menjadi bisnis yang menggiurkan di tengah kondisi yang belum pasti ini. Padahal setiap daerah memiliki perangkat kesehatan yang memadai sehingga bisa menjalankan mesin PCR tanpa harus membebankan biaya yang sangat mahal ke rakyat. 

No comments:

Post a comment