Breaking

Monday, 18 October 2021

Bendera Indonesia dilarang di Piala Thomas, bukan kesalahan LADI dan Menpora



Banyak yang salahkan LADI dan Menpora, ketika Indonesia menang Piala Thomas, tapi Bendera Indonesia tidak boleh ada.

Saya bilang untuk kasus ini bukan salah LADI dan Menpora tapi kebodohan WADA. Kenapa?

Karena Indonesia menjadi peserta Piala Thomas jauh sebelum ada sanksi, lalu kenapa di akhir dikenakan sanksi?

Ibarat Piala dunia resmi digelar, pesertanya juga sudah resmi. Lalu 2 minggu kemudian Fifa membuat perubahan aturan-aturan dalam pertandingan Piala dunia. Apakah diberlakukan saat Piala Dunia sedang berlangsung atau berlaku pada Piala dunia selanjutnya?

Tentu berlaku pada Piala Dunia selanjutnya..

Sama halnya dengan Piala Thomas ini, makanya saya mengatakan kita harus punya sikap, protes dan kalau perlu tinggalkan arena karena diperlakukan tidak pantas. Karena simbol negara kita tidak boleh berkibar. Kita ini dihukum di tengah perjalanan, bahkan di akhir perjalanan..

Akan beda jika kita sudah dijatuhi hukuman, lalu ada pagelaran piala Thomas, bisa saja Indonesia memilih untuk tidak ikut, karena tau konsekuensinya, yaitu tidak boleh mengibarkan sang saka merah putih. Kalau sekarang ini, mendadak muncul konsekuensinya saat sedang bertanding..

Kawan saya tadinya heran kok saya yang dia kenal sangat hormati konsekuensi aturan lalu seperti melanggar hal itu. Setelah saya jelaskan, baru dia sadar, oh iya ya.. dari awal tidak ada konsekuensi itu, kenapa tiba-tiba di tengah jalan muncul hal itu dan langsung diterapkan? Ini aneh..

Saya bilang, ini sama seperti putusan MK di tahun 2014 terkait Pemilu serentak, putusan MK ini berlaku untuk Pemilu 2019 bukan untuk Pemilu 2014. Walaupun putusan MK itu keluar di bulan Januari 2014, sebelum pencoblosan di bulan April 2014, tapi tidak bisa diberlakukan pada Pemilu 2014.

Kenapa? 

Karena proses Pemilu 2014 sedang berlangsung. Walaupun yang namanya putusan MK itu berlaku saat diputuskan, tapi tidak bisa merubah sesuatu yang sedang berjalan. Sama seperti halnya di Piala Thomas, seharusnya Sang saka Merah Putih wajib dikibarkan..

Soal LADI dan Menpora, itu bisa diperkarakan untuk next pagelaran, karena mereka kita akhirnya diberikan syarat, kalau mau ikut tanding, syaratnya tidak boleh ada simbol negara Bendera Merah Putih.

Tapi soal simbol kita hilang di Piala Thomas kemarin, itu kebodohan WADA..

Untuk next, lebih baik Indonesia tidak ikut turnamen apapun dulu di luar negeri, menunggu selesai sanksinya. Untuk apa kita bertanding tapi simbol negara kita dilecehkan di luar negeri? mending tidak sama sekali.

Tapi jangan biarkan juga asing mengatur dan melarang kita mengibarkan bendera dan melantunkan lagu Indonesia Raya di negeri ini seperti di MotoGP mandalika. Karena ini bukan lagi soal sportifitas, tapi pelecehan terhadap kedaulatan negara ini.

No comments:

Post a Comment