Breaking

Wednesday, 17 November 2021

Berjubah alim, atas nama agama, agar bisa merusak


Lagi dan lagi, label Islam digunakan sebagai alasan untuk membela teroris maupun terduga teroris. Miris, karena cara ini adalah cara yang digunakan oleh ISIS, Hizbut Tahrir dan kelompok teroris lainnya untuk memuluskan kejahatan mereka. Kenapa cara-cara seperti ini bisa digunakan di negara ini?  

Hizbut tahrir, ISIS dan berbagai kelompok teroris, patronnya sama, yaitu berlindung dibalik agama agar kejahatan yang mereka lakukan lancar. Karena banyak orang bodoh yang merasa berdosa jika anti terhadap kelompok-kelompok teroris tersebut.

Nah yang terjadi sekarang ini sama seperti cara-cara Hizbut Tahrir, ISIS dan kelompok teroris lainnya, gunakan label agama, label ulama, label umat untuk melindungi terduga teroris. Apakah ini kebetulan sama atau karena mereka adalah anggota kelompok teroris? Membela sesama teroris?

Dalam berbagai kesempatan, saya katakan bahwa tindakan seseorang bukan representatif dari agama, akan tetapi demi memuluskan tujuan jahat, banyak yang gunakan label agama. Ini penyakit.. yang berbuat manusia, tapi agama yang dikaitkan.

Anehnya, ketika ada masyarakat di negara lain menganggap agama Islam mengajarkan terorisme karena ada teroris yang kebetulan beragama Islam, mereka berlomba-lomba mengatakan bahwa perbuatan teroris itu tidak ada hubungan dengan Islam. Tapi, ketika ada teroris atau terduga teroris ditangkap di negara ini, akan diproses hukum, mereka gunakan label Islam untuk membela teroris atau terduga teroris tersebut. Mereka katakan tindakan itu anti ulama, anti Islam dan anti umat Islam. Padahal yang mereka lakukan itu adalah cara-cara teroris.

Pengurus LSM MUI bagian Fatwa ternyata terduga Teroris. Ini hanya bahasa hukum saja, walaupun bukti sudah begitu jelas tapi karena belum ada putusan pengadilan, jadi masih gunakan kata terduga. Makanya terduga teroris harus berani hadapi secara hukum jika tidak salah, jangan malah berlindung dibalik kata ulama, Islam dan umat. Itu biadab..

Seharusnya pendukung terduga teroris dari LSM MUI menghadapi hal ini dengan dalil-dalil pembuktian jika merasa tidak salah, bukan dengan dalil-dalil agama bahkan menuding sana-sini. Itu malah semakin menunjukkan bahwa pengurus LSM MUI tersebut adalah teroris.

Saya suarakan hal itu dalam lagu saya yang berjudul "Kau bukan Tuhan". Pada lirik "BERJUBAH ALIM, ATAS NAMA AGAMA, AGAR BISA MERUSAK", adalah potret saat ini, fakta yang terjadi baik di negara ini maupun di negara luar sana. Mereka leluasa melakukan kejahatan, berlindung di balik label agama.

Sekali lagi, jangan gunakan label ulama, umat dan agama untuk membela teroris atau terduga teroris. Karena itu cara-cara yang dilakukan oleh kelompok teroris. Atau kalian membela dengan cara itu karena kalian bagian dari kelompok teroris? kalau iya, bisa jadi kalian bereaksi karena kalian adalah target selanjutnya..

1 comment:

  1. mereka sejatinya bukanlah umat islam atau bagian dari umat Nabi Muhammad SAW, tapi hanya orang2 berilmu tapi dijadikan sbg budak atau kacung para perusak NKRI dari luar, krn jika negeri ini maju, maka akan tertinggal dan Indonesia jadi negara terkuat di dunia, juga para teroris FPI, HTI, ISIS dan antek2 nya itu sejatinya bukan ajaran islam yg dibawa tapi ajaran kehancuran yg diimport dari timteng agar negeri ini bernasib seperti suriah dan negara2 timteng sana,,,gengan begitu tujuan meraih kekuasaan dgn label khilafah akan tercapai.

    sebenarnya, sistem khilafah itu tidak bisa menjamin negara akan stabil dan damai, pasti bakal terjadi kudeta, perebutan kekuasaan dan perang saudara, itu yg mereka lakukan saat ini dgn membodohi masyarakat Indonesia dan mengancam akan masuk neraka jika tidak mendukung mereka para teroris berkedok islam !!
    FPI, HTI, DAN ISIS akan menempuh segala cara utk merusak dan mmenghacurkan NKRI serta Pancasila, karena bagi mereka, negara ini harus jatuh ke sistem khilafah !!!

    ReplyDelete