Breaking

Sunday, 21 November 2021

Memberantas Teroris dan Terorisme, sama saja memberantas Umat, Ulama dan Islam?


Ada tersangka teroris ditangkap, lalu kalian membelanya, dengan mengatakan membela ulama, membela umat, membela Islam. Penangkapan ini menghina Ulama, Menghina Islam, Menghina Umat.

Tunggu dulu.. sebenarnya kalian ini mau membela apa? Perbuatan terorisme, membela tersangka, membela ulama, membela umat atau membela Islam? Harus jelas, apa yang kalian mau bela dan apa alasannya?

Kalau membela tersangka Terorisme ya tinggal layangkan bukti dipengadilan bahwa tersangka ini bukan teroris, tampilkan bukti-buktinya, beres. Lalu yang kalian mau bela apanya lagi? Cara penangkapannya? Kalau cara penangkapannya, itu sudah sesuai prosedur, jika dianggap tidak sesuai prosedur, ya silahkan digugat. Gugatan itu yang bisa membuktikan bahwa penangkapannya sesuai prosedur atau tidak, tapi gugatan itu tidak bisa membuktikan bahwa dia teroris atau bukan. Ada yang bilang begini, Namanya tersangka belum tentu bersalah. Saya setuju, tapi belum tentu juga tidak bersalah kan? Misalnya Pengurus LSM MUI yang jadi tersangka Terorisme, itu belum tentu teroris, iya.. tapi belum tentu juga bukan teroris kan?

Kalau membela ulama, emang ada ulama yang dihina? Kalau ada, maka suruh ulama itu laporkan penghinaan terhadap dirinya, supaya jelas. Kalau membela Islam, apakah di negara ini ada yang menghina agama Islam? Jika ada, ya laporkan sebagai penistaan agama, supaya jelas. Kalau membela umat, harus jelas umat yang mana, sama seperti membela ulama, ulama yang mana? Suruh umat itu melaporkan penghinaan terhadap dirinya, kalau tidak ada, maka umat yang mana yang dirugikan?

Ternyata ulama, Islam dan umat tidak ada yang dirugikan, artinya yang kalian bela itu adalah perbuatan terorisme. Apakah perbuatan terorisme itu menguntungkan Ulama, Islam dan Umat sehingga ketika kalian membela perbuatan terorisme maka kalian samakan dengan membela ulama, Islam dan umat? Kalau ternyata perbuatan terorisme itu menguntungkan Ulama, Islam dan Umat, maka pantas kalian berteriak bela Islam, bela Ulama dan bela umat, karena ketika perbuatan dan Tindakan terorisme itu digagalkan oleh pemerintah, maka yang dirugikan adalah Ulama, Islam dan Umat.

Jadi menurut kalian, jika Teroris melakukan pengeboman dimana-mana, membunuh anak-anak dan orang-orang yang tidak bersalah maka itu menguntungkan Umat, Ulama dan Islam. Sehingga ketika pemerintah menghentikan perbuatan terorisme itu agar rakyat Indonesia terbebas dari bahaya, maka itu sama saja merugikan umat, merugikan Islam dan merugikan Ulama.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kelompok teroris selalu menggunakan atau berlindung dibalik label agama untuk memuluskan perbuatan jahat mereka. Karena dengan berlindung dibalik label agama dan simbol-simbol agama, banyak orang bodoh yang akan membela mereka karena orang-orang bodoh itu berfikir bahwa membela teroris sama saja membela agama hanya karena teroris itu berlindung dibalik label dan simbol agama. Cara mereka mengumpulkan uang untuk membiayai kejahatan, juga berlindung dibalik label, simbol dan kegiatan yang berbau agama. Contohnya Jamaah Islamiyah, itu kelompok teroris, tapi gunakan nama Islam. Begitupun dengan Hizbut Tahrir, ISIS dan banyak lagi, yang menggunakan label dan simbol Islam untuk melakukan kegiatan terorisme. 

Jadi pertanyaannya, kalian mau membela apa dan siapa?

No comments:

Post a Comment