Breaking

Tuesday, 21 December 2021

Tanya Eggy dan Bahar, Apakah Nabi Adam setara dengan Tuhan?


Pernyataan Jenderal dudung soal Tuhan bukan orang arab, disambut oleh Eggy Sudjana dan Bahar Smith. Mereka mengambil potongan pernyataan Jenderal dudung, lalu mereka sebarkan dengan tafsiran mereka, sehingga bisa menimbulkan polemik di masyarakat.

Ini pernyataan lengkap Jenderal dudung yang oleh Eggy dan Bahar diambil sebagian dan ditafsirkan.
“Pakai Bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab, saya pakai Bahasa Indonesia, Yaa Tuhan, Yaa Allah SWT saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang"

Eggy Sudjana menafsirkan bahwa Jenderal Dudung menyetarakan antara Tuhan dengan manusia. Bahar menafsirkan bahwa Jenderal dudung menyamakan antara Tuhan dengan manusia. Yang satu MENYETARAKAN yang satunya lagi MENYAMAKAN. Intinya sih sama saja..

Jenderal dudung bisa dan berhak menafsirkan berbeda, itu hanya sebuah UNGKAPAN saja. Tapi Eggy dan Bahar berhak juga menafsirkan bahwa kalimat "TUHAN BUKAN ORANG ARAB" itu MENYETARAKAN atau MENYAMAKAN Tuhan dengan Manusia.

Secara Objektif, saya yakin ucapan Jenderal dudung hanyalah UNGKAPAN saja, tapi saya juga tidak bisa memungkiri sangat boleh jika mereka mau tafsirkan MENYETARAKAN atau MENYAMAKAN, Walaupun saya yakin akal sehat mereka tau bahwa Jenderal dudung maksudnya tidak kesitu.

Dalam ayat di Surat Al-Ikhlas ada kalimat "Allah tidak beranak dan diperanakkan". Tafsir ulama Quraish Shihab, Allah tidak menciptakan anak dan tidak terlahir dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan Allah dan tidak ada seorang pun yang menyerupai Allah.

Kalau ikuti pemikiran Eggy dan Bahar, maka akan ada yang bertanya, Apakah Nabi Adam Dilahirkan dari seorang bapak dan ibu? Jawabannya tentu tidak. Kalau begitu, artinya Nabi Adam setara atau menyerupai Allah. Saya yakin Eggy dan Bahar gak bisa menyanggahnya..

Kok bisa begitu? 

Ya kalau ikuti pemikiran Eggy dan Bahar, yang mengambil potongan kalimat secara tekstual, lalu ditafsirkan menyamakan Tuhan dengan Manusia, maka mereka harus pertanyakan ayat dalam Surat Al-Ikhlas tersebut, karena menyamakan Tuhan dengan Nabi Adam. Kan begitu..

Jadi jangan berdebat lagi soal pernyataan tersebut dengan mereka, karena akan jadi pepesan kosong. Tapi tanya ke Eggy dan Bahar, apakah Nabi Adam setara dengan Tuhan? Jika mereka bilang tidak, tanya lagi, artinya ayat tersebut salah dong? Saya yakin mereka akan ngamuk ke yang bertanya. 

No comments:

Post a Comment