Breaking

Sunday, 27 March 2022

Dokter Terawan sebenarnya jadi dipecat atau tidak sih?


Pertanyaannya kan jelas, apakah muktamar IDI melakukan pemecatan terhadap dokter Terawan atau tidak?

Kalau benar dokter terawan dipecat dalam Muktamar, apakah di dalam AD ART IDI memberikan kewenangan kepada Muktamar untuk melakukan pemecatan terhadap anggota? karena setahu saya rata-rata di dalam AD/ART organisasi, pemecatan anggota itu bukan kewenangan dalam Muktamar atau dalam Kongres

Karena secara logika, kalau setiap pemecatan anggota harus melalui muktamar, maka dalam setahun itu mungkin ada puluhan Muktamar yang dilaksanakan organisasi. Jadi Saya meragukan jika pemecatan anggota dalam hal ini dokter terawan di muktamar IDI

Ada yang mengatakan bahwa dokter terawan bukan dipecat di muktamar tapi sudah lama direkomendasikan oleh MKEK ID untuk melakukan pemecatan kepada dokter terawan, oke kalau begitu Apakah rekomendasinya itu diputuskan di Muktamar?

Kalau iya diputuskan di Muktamar, maka pertanyaan yang pertama saya tadi, apakah ada kewenangan dalam Muktamar IDI untuk memecat anggota selain Ketua umum? atau apakah benar mekanisme pemecatan anggota IDI itu harus melalui Muktamar?

Kalau jawabannya tidak, artinya ada mekanisme yang dilanggar sehingga pemecatan terhadap dokter terawan bisa dianggap ilegal karena tidak sesuai dengan kewenangan dari Muktamar. Kalau ternyata sesuai dengan AD/ART, ya sudah, tinggal dokter terawan lakukan mekanisme pembelaan.

Kalau ternyata di Muktamar tidak ada pemecatan terhadap dokter terawan artinya dokter terawan masih menjadi anggota IDI sehingga tidak perlu melakukan pembelaan sesuai dengan mekanisme yang diatur di dalam AD ART organisasi, artinya lagi bahwa informasi terkait pemecatan dokter terawan tidak benar.

Selanjutnya dengan kepengurusan baru IDI maka mereka bisa menilai kembali rekomendasi dari MKEK ID yang lama terhadap dokter terawan, apakah rekomendasi itu ditindaklanjuti atau dikoreksi? Itu memang tergantung dari kepengurusan yang baru ini.

Selanjutnya lagi, jika dokter terawan jadi dipecat sebagai anggota IDI, apakah dokter terawan boleh membuat organisasi baru seperti organisasi advokat dan organisasi buruh? Ternyata tidak bisa karena berdasarkan putusan MK organisasi profesi kedokteran hanya boleh satu dan itu adalah IDI.

Suka tidak suka mau tidak mau sudah diputuskan oleh MK, bahwa organisasi profesi kedokteran tidak boleh ada lagi selain IDI . Tentu ada yang bertanya, apakah tidak bisa hal ini diubah, sehingga IDI tidak memonopoli keputusan dalam organisasi kedokteran? Tentu saja bisa..

Sama seperti LSM MUI yang dulu memonopoli sertifikasi halal, maka lahirlah UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, dimana kewenangan LSM MUI menerbitkan sertifikasi halal dicabut. Untuk merubah kewenangan IDI, maka UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran harus direvisi

Jadi jelas ya, saat ini apakah dokter terawan sudah dipecat atau belum? Kalau sudah dipecat, apakah pemecatannya di Muktamar atau bukan? Kalau di muktamar apakah di AD ART diberikan kewenangan itu? Kalau bukan di muktamar lalu dimana? Apakah sesuai dengan mekanisme?

Kalau sudah sesuai, maka dokter terawan dapat melakukan pembelaan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART IDI. Kita tunggu saja apa jawaban dan penjelasan IDI terkait hal ini. Semoga masalah ini segera selesai dan tidak ada yang dirugikan.

1 comment:

  1. Maaf...Saya ngga ngerti, apa salahnya Dr.dr. Terawan ya?

    ReplyDelete